Sunday, March 1, 2009

LIBURAN KE MACAU DAN HONG KONG (I)

5 FEBRUARI 2009 (JAKARTA-MACAU)

Akhirnya hari yang dinanti tiba juga. Meeting point dengan Dheva dan Andre di Plaza Semanggi. Jam 11 siang berangkat menuju Cengkareng. Ada hal yang sedikit mengejutkan, ternyata pengurusan bebas fiskal itu cepaaaaat bgt. Dalam hitungan detik saja, tinggal menyerahkan fotokopian NPWP, paspor, dan boarding pass, selesai… Nggak sesuai dugaan.

Oh ya, hari ini perjalanan menuju Macau menggunakan Viva Macau. Aku dan Dheva dapat harga tiket senilai MOP 1609 = Rp. 2,3 juta (booking di Januari), sementara Andre dapat setengah dari harga itu, karena sudah pesan di bulan Nopember. Sebenarnya Andre udah bilang di bulan Desember, tapi aku belum berani pesan tiket karena masih gambling… Kalo nggak dapat cuti gimana??? Hehe.. Viva Macau telat setengah jam waktu take off nya. Tapi waktu tiba tetap sesuai jadwal kok. Berangkat jam 13.50 WIB, tiba jam 18.50 waktu Macau (GMT +8). Lama penerbangan ± 4 jam. Karena baru pertama kali menggunakan Viva Macau, aku deskripsikan sedikit pengalaman terbang bersamanya. Pesawat yang digunakan adalah tipe 767-300 dengan formula kursi 2-3-2. Sehingga terkesan lapang, terlebih lagi penumpang cuma setengah dari kapasitas penuh. Kami lebih memilih duduk di belakang (seat 56 dari 66 row yang ada). Ada baiknya sebelum terbang, makan di bandara atau membawa makanan dari rumah. Karena harga makanan di sini tergolong mahal. Sandwich HKD 30, Croissant HKD 40, mie instant HKD 30, air mineral HKD 20, Ovaltine HKD 20, soft drink HKD 20, teh hangat HKD 10 (1 HKD = Rp. 1500,-). Stewardess? Dijamin cantik2 lah… Hehe…

Akhirnya sampai juga di Macau Aeroporto yang dulunya merupakan wilayah laut, kemudian ditimbun untuk dijadikan lahan bandara. Dari pesawat sudah kelihatan kerlap-kerlip lampu2 casino di Las Vegas nya Asia ini. Sampai di imigrasi, kita bisa melihat bahwa bahasa portugis masih digunakan sampai saat ini. Terbukti dengan adanya berbagai sign yang menggunakan bahasa setempat, bahasa Inggris, dan bahasa Portugis. Kelar dari urusan imigrasi, kita menuju North Car Park. Di sana kita menggunakan fasilitas free shuttle bus menuju Venetian Hotel & Resort. Inilah asyiknya di Macau. Berbagai Casino dan Hotel menyediakan shuttle bus gratis dengan tujuan agar memudahkan dan ‘menarik’ orang2 (baik visitor maupun penduduk lokal) untuk mengunjungi kasino2. Sebut saja seperti Venetian, Wynn, dan Sands. Padahal belum tentu juga dimanfaatkan untuk tujuan semestinya. Kadang ada juga yang memanfaatkan untuk keperluan lain. Dan meski gratis, bus nya super bersiiiihhhh… Dan mewah! Pelayanannya juga sangat memuaskan. Dari bandara ke Venetian Hotel cuma memerlukan waktu 5 menit saja. Selama perjalanan, mata dimanjakan dengan kerlipan lampu dan bangunan2 yg ada. Indah sekali, tidak salah kalau julukan Las Vegas nya Asia ditujukan ke Macau. Kekaguman masih terus berlanjut saat tiba di The Venetian (http://www.venetianmacao.com/). Di koridor lobi parkir maupun lobi hotel terhias berbagai lukisan eropa (Italia) dari abad pertengahan. Walau tidak secerah dan seindah lukisan asli, tapi cukup memanjakan mata. Mewah sekali.

Selagi Andre & Dheva melakukan proses check-in, aku sempat memotret sana-sini. Oh ya, rate satu malam di hotel ini yaitu HKD 2171 (non breakfast). Nilai segitu setaralah dengan keindahan yang diberikan. Dan thanks to Andre for making this come true… Elu baek bgt deh! Bayar segitu banyak hanya untuk kurang lebih 12 jam. Hahaha… Setelah check-in, kita menuju kamar. Tapi ampun, dari resepsionis menuju lift jauuuuuhhhh bgt. Untungnya kita melewati meja-meja peruntungan alias meja judi, jadi nggak gitu terasa capeknya.

Habis meletakkan barang2, kita keliling Venetian. Venetian ini selain berfungsi sebagai hotel & resort, juga satu compound dengan mall. Nah, malam ini kita manfaatkan untuk melihat2 sekitar, spt: Grand dan St. Luca Canal. Di sini kita bisa mencoba menaiki Gondola yg seperti di Venesia itu. Tentu saja dg sungai buatan. Tapi nahkoda Gondola nya didatangkan langsung dari Italia, dan Grand Canal ini dibuat seperti berada di Venesia. Gedung2nya, sungainya, bahkan ada langit di saat malam dan sore nya. Terasa hidup. Untuk tariff Gondola, sekitar 100 HKD. Tapi kita akhirnya mengurungkan niat naik Gondola. Masa mau beromantis ria dengan Andre dan Dheva? Hahaha… Kidding, bro!

Berjalan2 dan berfoto2 di Venetian nggak ingat waktu. Perut lapar, dan pilihan (lagi2) jatuh di McD. Nggak seperti di Thailand, di sini McD nya nggak ada menu Pork nya. Kalau di foodcourt nya, susah bener mencari makanan halal. Pasti ada aja makanan yg mengandung Pork. Ngiiikkkk… Ngiiiikkk… Hehe… Selesai urusan makan memakan, kami kembali menggunakan fasilitas free shuttle bus yang beroperasi sampai jam 2 dini hari. Kali ini destinasinya dari Venetian ke Sands. Kami melewati jembatan penghubung. Kalo Venetian juga merupakan wilayah laut yang ditimbun, Sands berada di wilayah Cina daratan. Setiba di Sands, keliling lagi melihat2 kasinonya, lebih luas dan bagus di Venetian. Tapi kalo disini aku sempat lihat para pejudi2 ulung seperti di film2 Hong Kong. Satu lagi yang menarik, air mineral disediakan secara percuma di sini. Kalau di Indonesia pasti langsung habis tuh stock nya. Hehe… Keluar dari Sands, kita menuju Fisherman’s Wharf, meski sudah banyak yang tutup, kita tetap melihat lebih dari dekat dan tentu saja berfoto. Hehe… Di sini banyak wahana permainan, dan juga miniatur tempat2 di seluruh penjuru dunia. Contohnya: Collosseum, tembok cina, istana kerajaan di Cina, dsb. Perjalanan kita teruskan ke Grand Lisboa dengan menggunakan bus (nggak susah kok mencari dan menggunakan bus di Macau, di halte banyak petunjuk yang mudah dipahami, tarif per orang sekitar HKD 3,2. Untuk rute dan tarif bisa dilihat di http://www.tcm.com.mo/). Di sini lebih bekerlap-kerlip lagi. Karena berdekatan juga dengan Wynn, MGM, dsb… dsb… Indah sekali malam di Macau. Sayang untuk tidak mengabadikannya melalui kamera. Kami pun balik ke hotel sekitar jam setengah dua dari Grand Lisboa berjalan kaki ke Sands, lalu pakai shuttle bus ke Venetian.